4 September 2009

Dokterku

"Kalau miskin jangan sakit", kata saya. "ati-ati kalau ngomong" kata hati kecil saya. "lho, emang bener kok" kata saya. "dimana letak kebenarannya?" tanya hati kecil saya. Begini; "Calon-calon dokter (gak semua sih, tapi mayoritas) pada masa yang akan datang bahkan sekarang ini, masuk ke Fakultas Kedokteran tujuannya bukan lagi untuk menolong sesama, tapi untuk investasi masa depan. Akibatnya setelah mereka lulus maka profesi dokter itu mestinya menguntungkan, dan pada saat buka praktek nantinya, maka dokter akan mengenakan tarif yang mahal untuk pasiennya demi mengejar Break Event Point (BEP)
"Mari kita simak pernyataan Rektor Undana, seperti yang saya kutip dari KOMPAS.com

KUPANG, KOMPAS.com — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan fakultas yang mencatat biaya pendidikan termahal, hingga Rp 20 juta per semester.
"FK memang saat ini menjadi satu-satunya fakultas termahal dalam lingkup Undana, bahkan fakultas termahal pada universitas atau perguruan tinggi negeri dan swasta di NTT," kata Rektor Undana Frans Umbu Datta di Kupang, Rabu (2/9).Umbu mengatakan,
mahalnya FK Undana jangan dilihat dari Rp 20 juta, yang dirinci menjadi Rp 15 juta untuk kebutuhan perkuliahan dan Rp 5 juta sumbangan pengembangan dan pembangunan. Menurutnya, dari segi investasi masa depan, jumlah tersebut terbilang kecil.
Rp 20.000.000,00 juta per semester saudara-saudara (glek.... perbulan lebih dari 3.000.000,00 belum termasuk biaya lain-lain), dan jumlah tersebut terbilang kecil jika dilihat dari segi investasi masa depan. (investasi?). Cari ilmu kok investasi, apa sih invesatsi? invesatsi sering diartikan sebagai mengorbankan sesuatu dimasa sekarang dengan harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dimasa mendatang. Menurut literatur, sebagaimana teori Reilly & Brown investasi didefinisikan sebagai; ”komitmen untuk mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasikan pengorbanan investor berupa : (1) keterikatan aset pada waktu tertentu (2) tingkat inlasi (3) ketidaktentuan penghasilan dimasa mendatang“

Nah gimana?

1 komentar:

  1. Ya, walau tidak semua dokter itu bisnis oriented, tp memang ada sebagian oknum dokter yg hanya mata duitan. Ini jelas mencoreng profesi dokter yg dianggap profesi mulia bisa2 jadi profesi hina. Apabedanya "dokter" dengan (maaf) WTS/PSK. Itungannya booking per jam,short-time/longtime. Kami sadar sekolah jadi dokter itu mahal,susah. Tapi justru itu jangan sampai merusak pola pikir dan moral para calon dokter. Tapi sekali lagi masih banyak dokter2 berhati mulia. Dan sy pribadi banyak berteman dgn dokter2 yg baik ini. Smoga

    BalasHapus

Apapun dan bagaimanapun komentar yang anda tulis, merupakan bentuk apresiasi terhadap apa yang saya tulis. dan saya sangat menghargainya