Semua ada tugasnya

Tugas anda mungkin cuci baju, tapi tidak mengeringkan! Karena itu tugas matahari.

Catatan

Kuikat kau dengan tulisan.

Kosong

Hitam atau putih.

Warna warni

Halnya hidupku, yang penuh warna.

We hate PUNGLI

Guru, kok pungli!.

4 September 2017

Think B4 U Post"

Di era digital saat ini, media sosial bukan sesuatu yang asing, mulai dari Facebook, Snapchat, Instagram, hingga Twitter. Meski bisa menguatkan hubungan sosial, tetapi media sosial juga memiliki dampak negatif. 
Agar kita tetap aman dan cerdas menggunakan media sosial, perlu kiranya kita sumak rambu-rambu berikut:
1.  Hidup di dunia nyata
Anda ingin menjalani kehidupan yang penuh makna di dunia nyata. "Hidup harus dijalani secara nyata, bukan di belakang layar," 
Meski memiliki banyak follower dan setiap postingan selalu mendapat ribuan "like", jangan abaikan kehidupan nyata. “Mari kita lebih mementingkan kemampuan komunikasi di "kehidupan nyata."

2. Semua orang pamer
Di media sosial, semua orang memamerkan kehidupan mereka yang tampak sempurna. Ingat ya, tidak ada kehidupan yang sempurna. "Tidak ada apa pun -bahkan uang, ketenaran, atau pengikut dalam jumlah besar di media sosial - akan membuat hidup kita berjalan dengan sempurna sepanjang waktu." Jangan lupa efek mengerikan yang dimiliki media sosial terhadap otak.
3. Pikir sebelum membagikan
Sebelum membagikan ke media sosial, tanyakan pada diri kita
Apakah ini benar? 
Apakah ini bermanfaat? 
Apakah itu baik? 
Apakah akan menyebabkan masalah? 
Apakah itu milikmu yang harus dibagikan?" dan 
Maukah Anda berbagi/mengatakan bahwa dalam kehidupan nyata?
Jika semua pertanyaan itu sudah dijawab, maka bisa dibagikan.

4. Media sosial bukan pengganti tatap muka
Kita mungkin merasa terhubung dengan teman2, tapi layar kaca bukanlah pengganti koneksi manusia. "Pastikan Anda menunjukkan ketulusan secara langsung, menghibur seseorang dengan berada di sana untuk mereka, dan menjelaskan suatu hal yang serius dengan suara dan bahasa tubuh kiya yang sebenarnya, bukan lewat emoji,”.
5. Jika tidak memiliki sesuatu yang harus dikatakan
Jika Anda tidak memiliki sesuatu yang baik untuk dikatakan, jangan katakan apa-apa. "Anda tidak dapat mendengar nada suara seseorang atau melihat ekspresi wajah mereka di media sosial, jadi lebih mudah menyakiti perasaan (atau membuat perasaan Anda sakit),"
6. Tidak ada yang privat, meskipun Anda berpikir demikian
Tidak ada yang kita masukkan ke media sosial bersifat pribadi. Tidak peduli seberapa aman pengaturan privasi kita. Jauhi untuk mengunggah nomor telepon, alamat, nama lengkap, atau identitas pribadi lainnya.

7. Tenanglah sebelum memposting atau menanggapi
Jangan memposting sesuatu dalam keadaan emosional yang tinggi. "Jika Anda melewati sepekan kehidupan yang penuh tekanan, masalah dengan pekerjaan, masalah rumah tangga, atau tidak merasa menjadi yang terbaik, jangan beralih ke teknologi untuk berbicara atau sekadar membuang uap panas,”. Media sosial tidak boleh diperlakukan seperti buku harian.

8. Rasakan dan pahami
Perasaan perlu dirasakan, bukan dihindari sesulit apa pun. "Jika kita mengalihkan perhatian dengan Netflix, Music.ly, Snapchat, Instagram, atau game berbasis aplikasi terbaru untuk menghindari berurusan dengan kehidupan yang keras, maka saat hal-hal yang sulit terjadi, kita tidak akan bisa mengatasinya,”

9. Waktu jeda dari internet
"Kita sama-sama membutuhkan waktu untuk berhenti dari internet, juga butuh waktu untuk mencabut dan mengisi kembali sumber daya mental dan emosional kita." Kita perlu untuk dapat merefleksikan dan memulihkan hari kita sebelum bermedia sosial yang baik.

29 Agustus 2017

Format laporan bulanan wali kelas

Sebagian besar data sekolah diperoleh dari wali kelas yang dihimpun oleh seorang admin, untuk menjaring data dimaksud diperlukan format isian seperti contoh berikut yang dapat anda download secara gratis dengan cara klik di sini.

Semoga bermangpaat!

18 Agustus 2017

Tengil

Kaget seakan tak percaya dan seolah mimpi, tapi sungguh luar biasa dan tak mungkin terjadi jika hanya faktor kebetulan!

Hari itu, Selasa 20 Juni 2017 Jam 07.32 WIB. Pada Ramadhan yang penuh kemuliaan Allah SWT telah memperlihatkan karakter asli seseorang secara nyata.

Pernah punya rekan kerja yang dungu? Kedunguan mungkin dapat kita maklumi, tapi ini lebih dari dungu. Celakanya dia tidak tahu bahwa dirinya dungu!

Kedunguan yang ia sandang, mungkin kurang sempurna jika tidak dilengkapi dengan hobinya sebagai seorang penyebar ujaran kebencian, fitnah, dan kebohongan.

Alhamdulillah, kuasaNya telah membuka topeng yang ia pakai selama ini, namun demikian kembali lagi pada kedunguan. Ia tak merasa memiliki karakter buruk seperti telah diuraikan.

Ia membenciku, tapi kubiarkan. Hematku, jika dia begitu membenciku, berarti dia begitu terpaku pada sosok dan segala sesuatu tentangku. Itu berarti pula, dalam hatinya yang paling dalam, dia mengakui kelebihanku, hingga mencari cara untuk menjatuhkanku.

Keterangan gambar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kata tengil memiliki arti : Sifat atau kelakuan seseorang yang menyebalkan dan malas pula, sehingga membuat orang lain bertambah benci padanya.